KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya ucapkan terima
kasih kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat saya dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik, adapun judul makalah ini “ Menyusun Program
Pembelajaran Satuan Pengajaran (SAP)”
Terima kasih saya ucapkan kepada dosen
pembimbing yang senantiasa memberikan bimbingan dan pelajaran sekaligus
memberikan tugas untuk menambah pengalaman dalam proses pembelajaran yang baik
dan mahasiswa lebih fokus lagi dalam pembelajaran.
Semoga dengan adanya penugasan ini membantu
kami dalam pengembangan propesi dan sekligus penilaian serta dapat bermanfaat
bagi saya sebagai mahasiswa.
Mohon maaf atas kesalahan pengetikan
maupun kekurangan yang terdapat pada makalah ini karena saya jauh dari sempurna
dengan ini saya penulis mengucapkan banyak terima kasih
Medan, Februari 2012
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................. .... i
DAFTAR ISI........................................................................................... .... ii
BAB I. PENDAHULUAN................................................................. .... 1
1.1.Latar
Belakang.................................................................. .... 1
1.2.
Tujuan............................................................................... .... 1
1.3.
Sasaran............................................................................. .... 2
1.4.
Metode Penelitian............................................................ .... 2
1.5.
Metode Pengajian............................................................. .... 2
BAB II TINJAUAN
PUSTAKA......................................................... .... 3
2.1.
Pengertian Penyusunan Acara Pengajaran (SAP)............ .... 3
2.2.
Tujuan Pembelajaran SAP................................................ .... 6
2.3.
Tahap-tahap penyusunan SAP......................................... .... 6
2.4.
Tahap Pendahuluan.......................................................... .... 6
2.5.
Tahap penyajian................................................................ .... 7
2.6.
Tahap penutup.................................................................. .... 7
2.7.
Media dan Alat penyajian................................................ .... 8
2.8.
Evaluasi dan refrensi........................................................ .... 8
2.9.
Pengertian Evaluasi.......................................................... .... 9
BAB III KESIMPULAN...................................................................... .... 10
3.1.
Kesimpulan....................................................................... .... 10
3.2.
Saran................................................................................. .... 10
DAFTAR PUSTAKA............................................................................... .... 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Dalam pelaksanaan proses belajar
mengajar, penyusunan garis besar program pengajaran (GBPP), silabi dan SAP
mutlak diperlukan seorang pengajar (dosen) sebelum melakukan tugas mengajar
dikelas, mengenai garis-garis program pengajaran (GBPP), silabus dan satuan
acara perkuliahan (SAP) mata kuliah yang akan diajarkan. Penyusun GBPP, silabus
dan SAP dapat dilakukan sendiri oleh dosen Pembina mata kuliah atau dibuat oleh
lembaga penyelenggara pendidikan. Penyusunan GBPP silabi dan SAP dilakukan oleh
dosen Pembina mata kuliah apabila dilembaga pendidikan tersebut memiliki dosen
karier, sedangkan dilembaga pendidikan yang tidak memiliki doses karier
(seperti lembaga pendidikan seskoad) penyusunan GBPP, silabi dan SAP dilakukan
oleh lembaga penyelenggaraan pendidikan dengan menunjuk tim yang sesuai dengan
kompetensinya. Penyusunan GBPP dimulai dari visi dan misi lembaga pendidikan
dan GBPP diperlukan untuk digunakan sebagai
dasar dalam menyusun silabus dan SAP. Secara skematik berhubungan visi
misi, tujuan pendidikan, kurikulum, GBPP, silabi, dan SAP adalah sebagai
berikut:
Tujuan penyusunan GBPP, silabi dan SAP
tidak saja sebagai prasyarat agar dosen dapat mengajar secara baik dan
berkualitas. Lebih dari itu merupakan bentuk akuntabilitas dosen kepada lembaga
maupun siswa apakah materi perkuliahan yang diberikan dosen sesuai dengan tujuan
pengajaran yang telah digariskan oleh lembaga pendidikan ( jurusan ). Manfaat
lain GBPP, silabi dan SAP adalah sebagai sarana kontrak belajar antara dosen
dengan siswa dan sekaligus sebagai pertanggung jawaban kepada lembagai dan
siswa.
1.2.
Tujuan
- Tujuan Khusus
Agar mahasiswa/i S1 keperawatan tingkat
II mengerti tentang Satuan Acara Perkuliahan (SAP).
- Tujuan Khusus
a.
Agar
mahasiswa/i S1 keperawatan tingkat II mengetahui tentang menyusun program
pembelajaran Satuan Acara Perkuliahan
b.
Agar
mahasiswa/i S1 keperawatan tingkat II mengetahui tentang tujuan SAP
1.3.
Sasaran
Sasaran penulisan makalah ini ditujukan
kepada mahasiswa/i STIKES Santa Elisabeth medan terkhusus S1 keperawatan
tingkat II.
1.4.
Metode Penelitian
Adapun
metode yang digunakan adalah berdasarkan sumber-sumber yang tercapai yakni buku
perpustakaan dan internet.
1.5.
Metode Pengkajian
Cara menyajikan makalah ini dilakukan
dengan mengadakan persentasi atau seminar antar mahasiswa/i dan dosen.
BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1. Pengertian
Satuan
Acara Perkuliahan (SAP) adalah uraian yang berisi pembagian materi suatu mata
kuliah tiap kali kuliah (setiap pertemuan) didalam penyusunan SAP harus
berpedoman pada silabi, dengan kata lain SAP merupakan penjabaran secara lebih
rinci dari silbi. Setiap mata kuliah memiliki Satuan Acara Perkuliahan (SAP)
yang merupakan penjabaran secara rinci rencana perkuliahan SAP tersebut memuat
unsur-unsur berikut.
- Identitas mata kuliah
a.
Nama
mata kuliah
b.
Kode
mata kuliah
c.
Bobot
kredit
d.
Semester
dan tahun mata kuliah tersebut diajarkan
e.
Kedudukan
mata kuliah (mata kuliah pengembangan kepribadian) (MPK) mata kuliah keimanan
dan keterampilan (MKB), mata kuliah berkarya (MPB), dan mata kuliah
berkehidupan bermasyarakat (MBB).
f.
Mata
kuliah prasyarat
g.
Nama
penanggung jawab mata kuliah
- Tujuan Instruksional Umum
Tujuan Instruksional Umum (TIU) adalah
rumusan tentang tujuan yang diharapkan dapat dicapai oleh mahasiswa sesudah
mereka mengikuti kegiatan instruksional belajar-kegiatan instruksional yang
dimaksud disini adalah semua kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar
mengajar dari setiap mata kuliah.
Fungsi dari Tujuan instruksional umum
adalah :
a.
Merupakan
dasar untuk menyusun tujuan instruksional khusus (TIK) sasaran belajar.
b.
Merupakan
tujuan mata kuliah secara ringkas
c.
Merupakan
dasar untuk menentukan keegiatan mengajar
d.
Merupakan
pernyataan tentang kedudukan suatu mata kuliah dalam kurikulum
Tujuan Instruksionla
Umum (TIU) menunjukkan sifat-sifat yang memuat kata-kata yang bersifat luas dan
umum, dapat dinyakan dari segi siswa dapat pula dari segi mengajar, dan rumusannya
tidak dinyatakan sebagai perilaku. TIU yang disusun dengan baik menunjukkan
ruanglingkup bidang yang akan dipelajari dan tingkat pengasaan yang diinginkan.
Contoh TIU adalah:
“Kuliah ini akan memberikan pengetahuan
kepada mahasiswa agar dapat menyusun dan menganalisis/mengaudit laporan
keuangan publik maupun perusahaan”.
Tujuan instruksional Umum ini
kemudian diperinci menjadi tujuan intruksional khusus (TIK) atau sasaran
belajar. TIK atau sasaran belajar merupakan serangkaian rumusan terperinci
tentang perilaku mahasiswa yang diharapkan dapat mereka capai sesudah mengikuti
kegiatan pendidikan. Penyusunan TIK harus memenuhi beberapa syarat sebagai
berikut :
1)
Dinyatakan
sebagai perilaku mahasiswa yang dapat diamati dan diukur
2)
Dinyatakan
dengan jelas dan lugas dan disebut secara khusus materi ilmu yang bersangkutan,
3)
Menyebut
syarat-syarat untuk pencapaian parilaku mahasiswa
4)
Jika
mungkin menyebut hasil minimum yang dapat diterima.
Syarat pertama dalam penyusunan TIK di
atas harus menggunakan kata kerja yang dapat
diamati dan diukur seperti meyebut,
mengerjakan, mengidentifikasi, menggolongkan, membandingkan dan sebagainya. Kata kerja yang tidak dapat
diukur seperti mengetahui, memahami, mengerti, dan sebagainya tidak boleh
digunakan. Contoh bentuk Tujuan instruksional Khusus (TIK) atau sasaran belajar
adalah :
1)
Setelah
mengikuti kuliah, mahasiswa dapat menjelaskan mengenai laporan keuangn publik
dan atau laporan keuangan perusahaan.
2)
Setelah
mengitkuti kuliah, mahasiswa dapat menyusun laporan keuangan puulbik dan
laporan keuangan perusahaan
3)
Dst.
- Strategi Perkuliahan
Perkuliahan dilakukan dengan kegiatan
belajar yang mencakup:
1)
Kegiata
tatap muka melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab.
2)
Kegiatan
terstruktur meliputi pemberian tugas (individu dan kelompok) membuat laporan
(review/critical review), membuat makalah dan sebagainya.
3)
Kegiatan
mandiri yang diarahkan untuk memperluas dan pendalaman materi secara mandiri
melalui internet.
4)
Alat
yang digunakan adalah papan tuli, overhead proyektor (OHP) dan infocus.
- Rincian materi dan acara
perkuliahan serta buku bacaan wajib dan anjuran
Rincian materi dan
acara perkuliahan dan daftar pustaka disusun dalam bentuk matrik yang meliputi
pertemuan ke……, pokok bahasan, tujuan intruksional khusus, materi bahasa,
metode kuliah, media yang digunakan, dan sumber pustaka. (lihat lampiran)
- Ketentuan evaluasi proses
belajar-mengajar
Nilai akhir merupakan
gabungan dari beberapa unsur yang meliputi ujian terjadwal (ujian tengah
semester dan ujian akhir semester), tugas, membuat makalah, dan kehadiran tatap
muka. Bobot dari masing-masing unsur ditetapkan oleh coordinator kelas bersama
dengan dosen Pembina mata kuliah, dengan pedomam sebagai berikut:
1)
Ujian
tengah semester 30-40%
2)
Ujian
akhir semester 40-50%
3)
Tugas/
Makalah 10-15%
4)
Quis
(paling sedikit 2 kali) 10-15%
5)
Kehadiran Maximum 5%
100%
Cara penilaian dilakukan terhadap
penugasan materi oleh siswa, baik yang sifatnya kognitif, efektif maupun
psikomotorik. Penilaian yang digunakan dengan criteria sebagai berikut:
|
No.
|
Nilai
|
Huruf Mutu
|
Angka Mutu
|
|
1.
|
80 - 100%
|
A
|
4
|
|
2.
|
68 - 79%
|
B
|
3
|
|
3.
|
56 - 67%
|
C
|
2
|
|
4.
|
45 - 55%
|
D
|
1
|
|
5.
|
0 – 44%
|
E
|
0
|
2.2. Tujuan
Pembelajaran SAP
Setelah
mempelajari BAB ini, anda diharapkan mampu:
- Menjelaskan tahapan penyusunan
Satuan Acara Pengajaran (SAP)
- Menjelaskan perbedaan media
dan alat pengajaran
- Menjelaskan teknik evaluasi
dan referensi yang tepat dalam Satuan Acara Pengajaran
2.3 Tahap-tahap
Penyusunan SAP
Kegiatan
belajar mengajar adalah tahap yang akan dilakukan pengajar dan peserta didik
untuk menyelesaikan materi pengajaran. Materi pengajaran tersebut dibatasi oleh
pokok bahasan dan subpokok bahasan yang ada suatu SAP. Tahap kegiatan itu
terdiri atas tahap pendahuluan (introduction), tahap pengajian (presentation), dan
tahap penutupan (test and follow up) berikut ini akan diuraikan secara singkat
pengertian setiap tahap tersebut.
2.4 Tahap Pendahuluan
Tahap
pendahuluan adalah tahap persiapan atau tahap awal sebelum masuk penyajian
materi yang akan diajarkan. Pada tahap ini pengajar menjelaskan secara
singkat tentang materi yang akan
diajarkan dalam pertemuan tersebut. Manfaat materi tersebut dalam kehidupan
sehari-hari, hubungan materi tersebut dengan pengetahuan yang telah diketahui
peserta didik. Serta tujuan yang harus dicapai peserta didik pada akhir
pertemuan. Tahap ini dimaksudkan untuk mempersiapkan mental peserta didik agar
memerhatikan dan belajar secara sungguh-sungguh selama tahap penyajian. Tahap
pendahuluan ini biasanya membutuhkan waktu 5 sampai 10 menit atau sekitar 5%
dari waktu pengajaran.
2.5 Tahap Penyajian
Tahap
penyajian merupakan kegiatan belajar mengajar yang utama dalam suatu pengajaran
didalamnya tercakup bagian-bagian sebagai berikut:
- Uraian (explanation), baik
dalam bentuk verbal maupun nonverbal seperti penggunaan grafik, gambar,
benda sebenarnya (ralita), model, dan / atau demonstrasi gerak.
- Contoh dan non contoh yang
praktis serta konkret dari uraian konsep
- Latihan merupakan praktik bagi
peserta didik untuk merupakan konsep abstrak yang sedang dipelajari dalam
bentuk kegiatan fisik. Misalnya, kegiatan studi kasus untuk pemecahan
masalah berhitung dengan angka untuk pemecahan soal matematika, atau dalam
bentuk kegiatan praktik melakukan suatu tugas prektikum, sebagian besar
(80 – 90% ) dari waktu kegiatan belajar mengajar digunakan dalam tahap
penyajian ini.
2.6 Tahap Penutup
Tahap penutup merupakan tahap akhir
suatu pengajaran, tahap ini meliputi 3 kegiatan, yakni:
1.
Pelaksanaan
tes hasil belajar untuk dijawab atau dikerjakan peserta didik seringkali tes
tersebut di laksanakan secara tidak formal dan tidak tertulis tetapi diajukan
secar lisan untuk dijawab atau dikerjakan oleh semua peserta didik dan hal ini
berarti akan menyita waktu pengajaran.
2.
Umpan
balik yang berupa informasi atau hasil tes tindak lanjut yang berupa petunjuk
tetang apa yang harus dilakukan atau dipelajari perserta didik selanjutnya,
baik untuk memperdalam materi yang telah dipelajarai dalam pertmuan tersebut
maupun tuntuk memepersiapkan diri pada pertemuan yang akan dating. Tahap
penutup ini hanya membutuhkan waktu sekitar 10-20 menit atau 10-15% dari waktu
pengajaran.
Dari uraian tentang kegiatan belajar
mengajar tersebut tampak bahwa didalamnya tercakup komponen metode pengajaran
untuk menjelaskan suatu konsep abstrak pengajaran dapat menggunakan ceramah, sedangkan
untuk memberkan contoh dalam bentuk kegiatan fisik pengajaran menggunakan
demonstrasi itulah sebabnya sebagian orang tidak menggunakan istilah metode
pengajaran ketida mereka sudah menggunakan istilah kegiatan belajar mengajar.
2.7
Media dan Alat Pengajaran
Media adalah sarana yang digunakan untuk
menyalurkan materi pengajaran agar dapat dilihat dibaca, atau didengar oleh
peserta didik jenis media yang sering digunakan dalam pengajaran adalah buku
atau bahan cetak, papan tulis, foto, boneka simulasi (misalnya untuk mata
kuliah keperawatan kritis), transparansi, serta proyektor (over head projector
– OHP) disamping itu, kadang-kadang digunakan pula slide presentasi dan
proyektor LCD (LCD projector) serta kaset video dan pemutarnya (video set).
Fungsi dari media tersebut adalah menyalurkan materi pengajaran kepada peserta
didik.
Alat pengajaran adalah benda yang
digunakan dalam pengajaran sehingga memungkinkan terjadinya kegiatan belajar
mengajar – contoh alat pengajaran seperti penggaris, papan tulis. Alat-alat
olah raga yang digunakan dalam pendidikan jasmani, dan kalkulator yang
digunakan untuk menghitung benda-benda tersebtu tidak dimasukkan untuk
mengeluarkan materi pengajaran.
2.8
Evaluasi dan refrensi
Evaluasi adalah alat ukur yang digunakan
untuk mengukur hasil belajar peserta didik dan cara melaksanakan pengajaran.
Alat ukur tersebut dapat berbentuk :
1.
Kerangan
(essay test)
2.
Tes
objektif untuk tujuan instruksional dalam kawasan kognitif
3.
Tes
kinerja (performance test) untuk tujuan instruksional yang mengandung kawasan
psikomotor.
Cara pelaksanaannya dapat berbentuk
tulisan atu lisan untuk kawasan kognitif dan bentuk kerja (Praktikum) untuk
kawasan psikomotor.
Referensi adalah buku atau bahan yang dijadikan
acuan untuk menyajikan materi dalam SAP.
2.9
Pengertian
Evaluasi adalah alat ukur yang digunakan
untuk mengukur hasil belajar peserta didik dan cara melaksanakan pengajaran.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas, dapat
disimpulkan bahwa penyusunan Satuan Acara Pengajaran mutlak diperlukan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar
sebelum melakukan tugas mengajar di kelas. Seorang pengajar / dosen harus
mengetahui atau menyusun terlebih dahulu Satuan Acara pengajaran ini dapat dilakukan
sendiri oleh dosen pemegang mata kuliah, atau dibuat oleh penyelenggaraan
pendidikan dengan menunjukkan team sesuai dengan kompetensinya.
Tujuan
penyusunan Satuan Acar Pengajaran (SAP) tidak saja sebagai prasyarat agar dosen
dapat mengajar secara baik dan berkulitas. Lebih dari itu merupakan bentuk
akuntabilitas dosen kepada lembaga maupun siswannya. Manfaat SAP adalah sebagai
sarana kontrak belajar antara dosen dengan siswa dan sekaligus sebagai
pertanggung jawaban kepada lembaga dan siswa.
3.2 Saran
Diharapkan kepada semua mahasiswa/i
mampu memahami penyusunan Satuan Acara Pengajaran dan dosen harus menerangkan
pelajaran yang akan diberika kepada mahasiswa/i.
DAFTAR
PUSTAKA
- Nursalam, dan Efendi Ferry, selemba
medika, 2008, pendidikan dalam keperewatan. Jakarta
- http:// Satuan Acara Pengajaran
PDF.com
- http://www.penyusunan
Satuan Acara Pengajaran.com
- Resell C. Swansburg, PhD, RN dan Laurel, penerbit buku kedocteran, EGC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar