Cursor

Jumat, 30 Oktober 2015

MAKALAH PDK (Pendidikan Dalam Keperawatan) MENYUSUN PROGRAM PEMBELAJARAN (SAP)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan terima kasih kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik, adapun judul makalah ini “ Menyusun Program Pembelajaran Satuan Pengajaran (SAP)”
Terima kasih saya ucapkan kepada dosen pembimbing yang senantiasa memberikan bimbingan dan pelajaran sekaligus memberikan tugas untuk menambah pengalaman dalam proses pembelajaran yang baik dan mahasiswa lebih fokus lagi dalam pembelajaran.
Semoga dengan adanya penugasan ini membantu kami dalam pengembangan propesi dan sekligus penilaian serta dapat bermanfaat bagi saya sebagai mahasiswa.
Mohon maaf atas kesalahan pengetikan maupun kekurangan yang terdapat pada makalah ini karena saya jauh dari sempurna dengan ini saya penulis mengucapkan banyak terima kasih






Medan,      Februari 2012



           Penulis






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................. .... i
DAFTAR  ISI........................................................................................... .... ii
BAB I.      PENDAHULUAN................................................................. .... 1
              1.1.Latar Belakang.................................................................. .... 1
              1.2. Tujuan............................................................................... .... 1
              1.3. Sasaran............................................................................. .... 2
              1.4. Metode Penelitian............................................................ .... 2
              1.5. Metode Pengajian............................................................. .... 2

BAB II      TINJAUAN PUSTAKA......................................................... .... 3
              2.1. Pengertian Penyusunan Acara Pengajaran (SAP)............ .... 3
              2.2. Tujuan Pembelajaran SAP................................................ .... 6
              2.3. Tahap-tahap penyusunan SAP......................................... .... 6
              2.4. Tahap Pendahuluan.......................................................... .... 6
              2.5. Tahap penyajian................................................................ .... 7
              2.6. Tahap penutup.................................................................. .... 7
              2.7. Media dan Alat penyajian................................................ .... 8
              2.8. Evaluasi dan refrensi........................................................ .... 8
              2.9. Pengertian Evaluasi.......................................................... .... 9

BAB III    KESIMPULAN...................................................................... .... 10
              3.1. Kesimpulan....................................................................... .... 10
              3.2. Saran................................................................................. .... 10

DAFTAR PUSTAKA............................................................................... .... 11



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.            Latar Belakang
Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, penyusunan garis besar program pengajaran (GBPP), silabi dan SAP mutlak diperlukan seorang pengajar (dosen) sebelum melakukan tugas mengajar dikelas, mengenai garis-garis program pengajaran (GBPP), silabus dan satuan acara perkuliahan (SAP) mata kuliah yang akan diajarkan. Penyusun GBPP, silabus dan SAP dapat dilakukan sendiri oleh dosen Pembina mata kuliah atau dibuat oleh lembaga penyelenggara pendidikan. Penyusunan GBPP silabi dan SAP dilakukan oleh dosen Pembina mata kuliah apabila dilembaga pendidikan tersebut memiliki dosen karier, sedangkan dilembaga pendidikan yang tidak memiliki doses karier (seperti lembaga pendidikan seskoad) penyusunan GBPP, silabi dan SAP dilakukan oleh lembaga penyelenggaraan pendidikan dengan menunjuk tim yang sesuai dengan kompetensinya. Penyusunan GBPP dimulai dari visi dan misi lembaga pendidikan dan GBPP diperlukan untuk digunakan sebagai  dasar dalam menyusun silabus dan SAP. Secara skematik berhubungan visi misi, tujuan pendidikan, kurikulum, GBPP, silabi, dan SAP adalah sebagai berikut:
Tujuan penyusunan GBPP, silabi dan SAP tidak saja sebagai prasyarat agar dosen dapat mengajar secara baik dan berkualitas. Lebih dari itu merupakan bentuk akuntabilitas dosen kepada lembaga maupun siswa apakah materi perkuliahan yang diberikan dosen sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah digariskan oleh lembaga pendidikan ( jurusan ). Manfaat lain GBPP, silabi dan SAP adalah sebagai sarana kontrak belajar antara dosen dengan siswa dan sekaligus sebagai pertanggung jawaban kepada lembagai dan siswa.

1.2.            Tujuan
  • Tujuan Khusus
Agar mahasiswa/i S1 keperawatan tingkat II mengerti tentang Satuan Acara Perkuliahan (SAP).

  • Tujuan Khusus
a.       Agar mahasiswa/i S1 keperawatan tingkat II mengetahui tentang menyusun program pembelajaran Satuan Acara Perkuliahan
b.      Agar mahasiswa/i S1 keperawatan tingkat II mengetahui tentang tujuan SAP

1.3.            Sasaran
Sasaran penulisan makalah ini ditujukan kepada mahasiswa/i STIKES Santa Elisabeth medan terkhusus S1 keperawatan tingkat II.

1.4.            Metode Penelitian
Adapun metode yang digunakan adalah berdasarkan sumber-sumber yang tercapai yakni buku perpustakaan dan internet.

1.5.            Metode Pengkajian
Cara menyajikan makalah ini dilakukan dengan mengadakan persentasi atau seminar antar mahasiswa/i dan dosen.




BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1. Pengertian
            Satuan Acara Perkuliahan (SAP) adalah uraian yang berisi pembagian materi suatu mata kuliah tiap kali kuliah (setiap pertemuan) didalam penyusunan SAP harus berpedoman pada silabi, dengan kata lain SAP merupakan penjabaran secara lebih rinci dari silbi. Setiap mata kuliah memiliki Satuan Acara Perkuliahan (SAP) yang merupakan penjabaran secara rinci rencana perkuliahan SAP tersebut memuat unsur-unsur berikut.
  1. Identitas mata kuliah
a.       Nama mata kuliah
b.      Kode mata kuliah
c.       Bobot kredit
d.      Semester dan tahun mata kuliah tersebut diajarkan
e.       Kedudukan mata kuliah (mata kuliah pengembangan kepribadian) (MPK) mata kuliah keimanan dan keterampilan (MKB), mata kuliah berkarya (MPB), dan mata kuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB).
f.       Mata kuliah prasyarat
g.      Nama penanggung jawab mata kuliah 
  1. Tujuan Instruksional Umum
Tujuan Instruksional Umum (TIU) adalah rumusan tentang tujuan yang diharapkan dapat dicapai oleh mahasiswa sesudah mereka mengikuti kegiatan instruksional belajar-kegiatan instruksional yang dimaksud disini adalah semua kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar dari setiap mata kuliah.
Fungsi dari Tujuan instruksional umum adalah :
a.       Merupakan dasar untuk menyusun tujuan instruksional khusus (TIK)  sasaran belajar.
b.      Merupakan tujuan mata kuliah secara ringkas
c.       Merupakan dasar untuk menentukan keegiatan mengajar
d.      Merupakan pernyataan tentang kedudukan suatu mata kuliah dalam kurikulum
Tujuan Instruksionla Umum (TIU) menunjukkan sifat-sifat yang memuat kata-kata yang bersifat luas dan umum, dapat dinyakan dari segi siswa dapat pula dari segi mengajar, dan rumusannya tidak dinyatakan sebagai perilaku. TIU yang disusun dengan baik menunjukkan ruanglingkup bidang yang akan dipelajari dan tingkat pengasaan yang diinginkan. Contoh TIU adalah:
“Kuliah ini akan memberikan pengetahuan kepada mahasiswa agar dapat menyusun dan menganalisis/mengaudit laporan keuangan  publik maupun perusahaan”.
                        Tujuan instruksional Umum ini kemudian diperinci menjadi tujuan intruksional khusus (TIK) atau sasaran belajar. TIK atau sasaran belajar merupakan serangkaian rumusan terperinci tentang perilaku mahasiswa yang diharapkan dapat mereka capai sesudah mengikuti kegiatan pendidikan. Penyusunan TIK harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut :
1)      Dinyatakan sebagai perilaku mahasiswa yang dapat diamati dan diukur
2)      Dinyatakan dengan jelas dan lugas dan disebut secara khusus materi ilmu yang bersangkutan,
3)      Menyebut syarat-syarat untuk pencapaian parilaku mahasiswa
4)      Jika mungkin menyebut hasil minimum yang dapat diterima.
Syarat pertama dalam penyusunan TIK di atas harus menggunakan kata kerja yang dapat  diamati dan diukur seperti meyebut, mengerjakan, mengidentifikasi, menggolongkan, membandingkan  dan sebagainya. Kata kerja yang tidak dapat diukur seperti mengetahui, memahami, mengerti, dan sebagainya tidak boleh digunakan. Contoh bentuk Tujuan instruksional Khusus (TIK) atau sasaran belajar adalah :
1)      Setelah mengikuti kuliah, mahasiswa dapat menjelaskan mengenai laporan keuangn publik dan atau laporan keuangan perusahaan.
2)      Setelah mengitkuti kuliah, mahasiswa dapat menyusun laporan keuangan puulbik dan laporan keuangan perusahaan
3)      Dst.
  1. Strategi Perkuliahan
Perkuliahan dilakukan dengan kegiatan belajar yang mencakup:
1)      Kegiata tatap muka melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab.
2)      Kegiatan terstruktur meliputi pemberian tugas (individu dan kelompok) membuat laporan (review/critical review), membuat makalah dan sebagainya.
3)      Kegiatan mandiri yang diarahkan untuk memperluas dan pendalaman materi secara mandiri melalui internet.
4)      Alat yang digunakan adalah papan tuli, overhead proyektor (OHP) dan infocus.

  1. Rincian materi dan acara perkuliahan serta buku bacaan wajib dan anjuran
Rincian materi dan acara perkuliahan dan daftar pustaka disusun dalam bentuk matrik yang meliputi pertemuan ke……, pokok bahasan, tujuan intruksional khusus, materi bahasa, metode kuliah, media yang digunakan, dan sumber pustaka. (lihat lampiran)

  1. Ketentuan evaluasi proses belajar-mengajar
Nilai akhir merupakan gabungan dari beberapa unsur yang meliputi ujian terjadwal (ujian tengah semester dan ujian akhir semester), tugas, membuat makalah, dan kehadiran tatap muka. Bobot dari masing-masing unsur ditetapkan oleh coordinator kelas bersama dengan dosen Pembina mata kuliah, dengan pedomam sebagai berikut:
1)      Ujian tengah semester             30-40%
2)      Ujian akhir semester                40-50%
3)      Tugas/ Makalah                       10-15%
4)      Quis (paling sedikit 2 kali)      10-15%
5)      Kehadiran        Maximum              5%
100%
Cara penilaian dilakukan terhadap penugasan materi oleh siswa, baik yang sifatnya kognitif, efektif maupun psikomotorik. Penilaian yang digunakan dengan criteria sebagai berikut:
No.
Nilai
Huruf Mutu
Angka Mutu
1.
80 - 100%
A
4
2.
68 - 79%
B
3
3.
56 - 67%
C
2
4.
45 - 55%
D
1
5.
0 – 44%
E
0

2.2. Tujuan Pembelajaran SAP
            Setelah mempelajari BAB ini, anda diharapkan mampu:
  1. Menjelaskan tahapan penyusunan Satuan Acara Pengajaran (SAP)
  2. Menjelaskan perbedaan media dan alat pengajaran
  3. Menjelaskan teknik evaluasi dan referensi yang tepat dalam Satuan Acara Pengajaran

2.3 Tahap-tahap Penyusunan SAP
            Kegiatan belajar mengajar adalah tahap yang akan dilakukan pengajar dan peserta didik untuk menyelesaikan materi pengajaran. Materi pengajaran tersebut dibatasi oleh pokok bahasan dan subpokok bahasan yang ada suatu SAP. Tahap kegiatan itu terdiri atas tahap pendahuluan (introduction), tahap pengajian (presentation), dan tahap penutupan (test and follow up) berikut ini akan diuraikan secara singkat pengertian setiap tahap tersebut.

2.4 Tahap Pendahuluan
            Tahap pendahuluan adalah tahap persiapan atau tahap awal sebelum masuk penyajian materi yang akan diajarkan. Pada tahap ini pengajar menjelaskan secara singkat  tentang materi yang akan diajarkan dalam pertemuan tersebut. Manfaat materi tersebut dalam kehidupan sehari-hari, hubungan materi tersebut dengan pengetahuan yang telah diketahui peserta didik. Serta tujuan yang harus dicapai peserta didik pada akhir pertemuan. Tahap ini dimaksudkan untuk mempersiapkan mental peserta didik agar memerhatikan dan belajar secara sungguh-sungguh selama tahap penyajian. Tahap pendahuluan ini biasanya membutuhkan waktu 5 sampai 10 menit atau sekitar 5% dari waktu pengajaran.
2.5 Tahap Penyajian
            Tahap penyajian merupakan kegiatan belajar mengajar yang utama dalam suatu pengajaran didalamnya tercakup bagian-bagian sebagai berikut:
  1. Uraian (explanation), baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal seperti penggunaan grafik, gambar, benda sebenarnya (ralita), model, dan / atau demonstrasi gerak.
  2. Contoh dan non contoh yang praktis serta konkret dari uraian konsep
  3. Latihan merupakan praktik bagi peserta didik untuk merupakan konsep abstrak yang sedang dipelajari dalam bentuk kegiatan fisik. Misalnya, kegiatan studi kasus untuk pemecahan masalah berhitung dengan angka untuk pemecahan soal matematika, atau dalam bentuk kegiatan praktik melakukan suatu tugas prektikum, sebagian besar (80 – 90% ) dari waktu kegiatan belajar mengajar digunakan dalam tahap penyajian ini.

2.6 Tahap Penutup
Tahap penutup merupakan tahap akhir suatu pengajaran, tahap ini meliputi 3 kegiatan, yakni:
1.      Pelaksanaan tes hasil belajar untuk dijawab atau dikerjakan peserta didik seringkali tes tersebut di laksanakan secara tidak formal dan tidak tertulis tetapi diajukan secar lisan untuk dijawab atau dikerjakan oleh semua peserta didik dan hal ini berarti akan menyita waktu pengajaran.
2.      Umpan balik yang berupa informasi atau hasil tes tindak lanjut yang berupa petunjuk tetang apa yang harus dilakukan atau dipelajari perserta didik selanjutnya, baik untuk memperdalam materi yang telah dipelajarai dalam pertmuan tersebut maupun tuntuk memepersiapkan diri pada pertemuan yang akan dating. Tahap penutup ini hanya membutuhkan waktu sekitar 10-20 menit atau 10-15% dari waktu pengajaran.

Dari uraian tentang kegiatan belajar mengajar tersebut tampak bahwa didalamnya tercakup komponen metode pengajaran untuk menjelaskan suatu konsep abstrak pengajaran dapat menggunakan ceramah, sedangkan untuk memberkan contoh dalam bentuk kegiatan fisik pengajaran menggunakan demonstrasi itulah sebabnya sebagian orang tidak menggunakan istilah metode pengajaran ketida mereka sudah menggunakan istilah kegiatan belajar mengajar.

2.7  Media dan Alat Pengajaran
Media adalah sarana yang digunakan untuk menyalurkan materi pengajaran agar dapat dilihat dibaca, atau didengar oleh peserta didik jenis media yang sering digunakan dalam pengajaran adalah buku atau bahan cetak, papan tulis, foto, boneka simulasi (misalnya untuk mata kuliah keperawatan kritis), transparansi, serta proyektor (over head projector – OHP) disamping itu, kadang-kadang digunakan pula slide presentasi dan proyektor LCD (LCD projector) serta kaset video dan pemutarnya (video set). Fungsi dari media tersebut adalah menyalurkan materi pengajaran kepada peserta didik.
Alat pengajaran adalah benda yang digunakan dalam pengajaran sehingga memungkinkan terjadinya kegiatan belajar mengajar – contoh alat pengajaran seperti penggaris, papan tulis. Alat-alat olah raga yang digunakan dalam pendidikan jasmani, dan kalkulator yang digunakan untuk menghitung benda-benda tersebtu tidak dimasukkan untuk mengeluarkan materi pengajaran.

2.8  Evaluasi dan refrensi
Evaluasi adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur hasil belajar peserta didik dan cara melaksanakan pengajaran. Alat ukur tersebut dapat berbentuk :
1.      Kerangan (essay test)
2.      Tes objektif untuk tujuan instruksional dalam kawasan kognitif
3.      Tes kinerja (performance test) untuk tujuan instruksional yang mengandung kawasan psikomotor.

Cara pelaksanaannya dapat berbentuk tulisan atu lisan untuk kawasan kognitif dan bentuk kerja (Praktikum) untuk kawasan psikomotor.
Referensi adalah buku atau bahan yang dijadikan acuan untuk menyajikan materi dalam SAP.

2.9  Pengertian
Evaluasi adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur hasil belajar peserta didik dan cara melaksanakan pengajaran.





BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa penyusunan Satuan Acara Pengajaran mutlak diperlukan  dalam pelaksanaan proses belajar mengajar sebelum melakukan tugas mengajar di kelas. Seorang pengajar / dosen harus mengetahui atau menyusun terlebih dahulu Satuan Acara pengajaran ini dapat dilakukan sendiri oleh dosen pemegang mata kuliah, atau dibuat oleh penyelenggaraan pendidikan dengan menunjukkan team sesuai dengan kompetensinya.
   Tujuan penyusunan Satuan Acar Pengajaran (SAP) tidak saja sebagai prasyarat agar dosen dapat mengajar secara baik dan berkulitas. Lebih dari itu merupakan bentuk akuntabilitas dosen kepada lembaga maupun siswannya. Manfaat SAP adalah sebagai sarana kontrak belajar antara dosen dengan siswa dan sekaligus sebagai pertanggung jawaban kepada lembaga dan siswa.

3.2  Saran
Diharapkan kepada semua mahasiswa/i mampu memahami penyusunan Satuan Acara Pengajaran dan dosen harus menerangkan pelajaran yang akan diberika kepada mahasiswa/i.



DAFTAR PUSTAKA

  • Nursalam, dan Efendi Ferry, selemba medika, 2008, pendidikan dalam keperewatan. Jakarta
  • http:// Satuan Acara Pengajaran PDF.com
  • http://www.penyusunan Satuan Acara Pengajaran.com
  • Resell C. Swansburg, PhD, RN dan Laurel, penerbit buku kedocteran, EGC





Tidak ada komentar:

Posting Komentar