Cursor

Jumat, 30 Oktober 2015

Komunikasi Keperawatan

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah Yang Maha Kuasa karena kasih dan berkatnya saya dapat menyelesaikan makalah pada mata kuliah “KOMUNIKASI KEPERAWATAN”. Adapun judul makalah yang saya buat adalah komunikasi dalam keperawatan. Dimana makalah ini mencakup tentang komunikasi efektif, komunikasi verbal, komunikasi non-verbal, dan komunikasi terapeutik. Tujuan pembuatan makalah ini adalah membantu mahasiswa/i keperawatan dalam berkomunikasi yang baik dimana saja berada.
Penyusunan makalah ini tidak dapat terlaksana dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen pembimbing dan juga teman teman tercinta atas saran dan dukungannya.
Saya menyadari sepenuhnya makalah ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu saya meminta saran dan kritik yang membangun dari para pembaca. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Medan,            13 oktober 2011



Penulis







BAB I
PENDAHULUAN
1.1.   Latar belakang
Dalam kehidupan sehari hari kita tidak lepas dari kegiatan komunikasi. Kenyataannya komunikasi secara mutlak merupakan bagian dari integral dari kehidupan kita, tidak terkecuali kita yang berstatus sebagai perawat yang tugasnya sehari hari berhubungan dengan orang lain. Entah itu dengan pasien, sesama teman, dengan ddokter dan sebagainya. Komunikasi adalah elemen dasar dari interaksi manusia yang memungkinkan seseorang untuk menetapkan, mempertahankan dan meningkatkan kontak dengan orang lain. Karena komunikasi dilakukan oleh seseorang setiap hari, orang sering kali salah berfikir bahwa komunukasi adalah sesuatu yang mudah.
Sebagaimana kita ketahui pasien selalu menuntut pelayanan perawatan yang lebih baik. Sakit yang diderita para pasien bukan hanya sakit fisik saja, namun jiwanya juga mengalami gangguan emosi. Penyebabnya bisa dikatakan oleh proses adaptasi dengan lingkungan sehari hari. Kebiasaan juga merupakan sebuah maknadari komunikasi. Misalnya seorang perawat  yang menyimak kesedihan seorang anak yang ditinggal kedua orangtuanya. Komunikasi menyampaikan informasi, dan merupakan suatu aksi saling berbagi. Komunikasi adalah suatu faktor yang paling penting, yang digunakan untuk menetapkan hubungan terapeutik antara perawat dengan klien.

1.2.   Tujuan penulisan
·         Tujuan umum
Agar para mahasiswa/i mampu memahami tahap tahap pada komunikasi dalam keperawatan.

·         Tujuan khusus
¾    Agar mahasiswa/i mampu menguasai tahap tahap pada komunikasi dalam keperawatan.
¾    Untuk mempersiapkan mahasiswa/i dalam praktek lapangan di Rumah Sakit Elisabeth Medan
BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1.   Pengertian
Komunikasi adalah proses yang digunakan individu untuk bertukar informasi (sheila.L.videbeck,2008). Komunikasi adalah suatu proses sosial (Anwar,1998). Komunikasi merupakan inti dari kehidupan sosial mausiaa dan merupakan komponen dasar dari hubungan antar dasar maanusia (suryaani,2005). Komunikasi adalah elemen dasar dari interaksi manusia yaang memungkinkan seseorang untuk menetapkan kontak dengan orang lain. (perry & potter,2005)
Komunikasi adalah suatu transaksi, proses simbolik yang menghadapi orang orang mengatur lingkungannya dengan membangun hubungan antar sesama manusia melalui pertukaran informasi untuk menguatkan sikap dan tingkah laku orang lain serta mengubah sikap dan tingkah laku tersebut (Robbins dan jones,1982)
Komunuikasi sebagai suatu proses penyesuaian dan adaptasi yaang dinamis antara dua orang atau lebih dalam sebuah interaksi tatap muka yang pada saat tersebut terjadi pertukaran ide, makna, perasaan dan perhatian (Duldt-battey,2005)

2.2.   Komponen komponen komunikasi
Ada 5 faktor yang berperan dalam komunikasi  antara lain :
1.      Komunikator
Disebut juga sender/ pembawa pesan, bisa individu keluarga maupun kelompok yang mengambil inisiatif dalam menyelenggarakan komunikasi dengan individu atau kelompok lain yang menjadi sasarannya.
Komunikator bisa juga tempat berasalnya sumber pengertian yaang dikomunikasikan.
Dalam mengirimkan pesan dimulai dengan pikiran dan perasaan komunikator yaitu dunia intra psikis dan pengetahuan bahwa pikiran dan perasaan ini harus diubah menjadi sandikedalam bentuk perilaku (pesan). Jika mereka ingin dikeluarkaan dari dunia internaal dan dikomunikasikan kepada orang lain (komunikan)

Syarat syarat komunikan yang baik :
¾    Memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menagkap dan menerjemahkan pesan.
¾    Memiliki cukup potensi untuk menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator
¾    Memiliki keterampilan untuk merespon pesan yang disampaikan.
¾    Feed back (umpan balik ataau tanggapan)
Yaitu arus umpan balik dalam proses berlangsungnya komunikasi dapat dijadikan patokan sejauh mana pencapaian dari pesan yang telah disampaikan.

2.3.   Komunikasi efektif
Komunikasi efektif merupakan sesuatu ketermapilan yang amat diperlukan dalam rangka pengembangan dirikita baik secara personal maupun profesional. Paling tidak kita harus menguasai 4 jenis keterampilan dasar dalam berkomunikasi yaitu : menulis dan membaca serta mendengar dan berbicara.
Tujuan komunikasi secara efektif adalah :
¾    Berusaha benar benar mengerti orang lain
¾    Kebaikan dan sopan santun yang kecil begitu penting dalam suatu hubungan, karena hal hal yang kecil merupakan hal hal yang  besar.
¾    Memenuhi komitmen atau janji adalah deposit besar ; melanggar janji adalah penarikan yang besar.
¾    Menjelaskan harapan
¾    Meminta maaf dengan tulus ketika anda membuat pebarikan aatau kesalahan
¾    Memperhatikan integritas pribadi.



Syarat syarat komunikasi efektif :
1.      Pengakuan komunikan terhadap komunikator. Posisi dan kedudukan dalam strata sosio kultural tertentu mempengaruhi pengakuan dan kredibilitas seseorang.
2.      Situasi dan kondisi relevan dengan keadaan si penerima pesan. Situasi dan kondisi dapat meliputi konsentrasi dan perhatian individu yang terlibat dalam komunikasi maupun situasi dan kondisi lingkungan tempat penyelenggaraan komunikasi.
3.      Merupakan materi yang akan disampaikan sebagai pesan oleh komunikator yang berpengaruh bagi penerima pesan.
4.      Pesan yang disampaikan oleh kllomunikator diterima  dan dimengerti oleh penerima.
5.      Pesan yang disampaikan konsistenb dan berkesinambungan dan tidak menyimpang dari topik yang telah ditetapkan
6.      Saluran yang digunakan dalam komunikasi sesuai dan memungkinkan penerimaan yang baik oleh komunikan.
7.      Materi (isi pesan) dan teknik penyampain pesan disesuaikaan dengan kemampuan  penerimaan sasaran, sedangkan penerimaan pesan itu mudahditerima dan tidak membingungkan.

2.4.   Komunikasi verbal dan non-verbal
1.      Komunikasi verbal
Jenis komunikasi yang paling lazim digunakan dalam pelayanan keperawatan di Rumah Sakit adalah pertukaran informasi secara verbal teruta\ma pembicaraan dengan tatap muka. Komunukasi verbal biasanya lebih akurat dan tepat waktu. Kata kata adalah alat atau simbol yang dipakai untuk mengexpresikan ide atau perasaan, membangkitkan respon emosional, atau mengurangi obyek, observasi dan ingatan.
Sering juga menyampaikan arti yang tersembunyi, dan menguji minat seseorang. Keuntungan komunuikasi verbal dengan tatap muka yaitu memungkinkan tiap individu untuk berespon secara langsung.




Komunikasi verbal yaang efekti harus :
1.      Jelas dan ringkas
Komunikasi yang efektif harus sederhana , pendek dan langsung. Mekin sedikit kata kata yang digunakan makin kecil kemungkinan terjadinya kerancuan. Kejelasan dapat dicapai dengan berbicara secara lambat dan mengucapkannya dengan jelas. Penggunaan contoh bisa membuat penjelasaan lebih mudah untuk dipahami. Ulang bagian yang penting dari pesan yang disampaikan.
2.      Perbendaharaan kata
Komunikasi tidak berhasil jika pengirim pesan tidak mampu menerjemahkan kata dan ucapan. Banyak istilah teknik yang digunakan keperawtan dan kedokteran, dan jika ini digunakan oleh perawat, klien menjadi bingung dan tidak dapat mengikuti petunjuk ataun mempelajari informasi penting.
3.      Arti denotatif dan konotatif
Arti denotatif memberikan pengertian yang sama terhadap kata yang digunakan, sedangkan arti  konotatif merupakan pikiran, perasaan atau ide yang terdapat dalam suatu kata.
4.      Selaan dan kesempatan berbicara
Kecepatan dan tempo berbicara yang tepat turut menetukan keberhasilan komunikasi verbal. Selaan yang lama dan pengalihan yang cepat pada pokok pembicaraan lain mungkin akan menimbulkan kesan bahwa perawat sedang menyembunyikan sesuatu terhadap klien. Perawat sebaiknya tidak berbicara dengan cepat sehingga kata kata tidak jelas.
5.      Waktu dan relevansi
Waktu yang tepat sangat penting untuk menangkap pesan. Bila kilen sedang menangis kesakitan, tidak waktunya untuk menjelaskan resiko operasi. Kendatipun pesan diucapkan secara jelas dan singkat, tetapi waktu tidak tepat dapat menghalangi penerimaan pesan secara akurat. Oleh karena itu, perawat harus peka terhadap ketepatan waktu untuk berkomunikasi.
6.      Humor
Dugan (1989) mengatakan bahwa tertawa membuat penguraian ketegangan dan rasa sakit yang disebabkan oleh stress, dan meningkatkan keberhasilan perawat dalam memberikan dukungan emosional terhadap klien.

2.      KOMUNIKASI NON-VERBAL
Komunikasi non-verbal adalah pemindahan pesan tanpa menggunakan kata-kata. Merupakan cara yang paling meyakinkan untuk menyampaikan pesan kepada orrang lain. Perawat perlu menyadari pesan verbal dan non-verbal yang disampaikan klien mulai dari saat pengkajian sampai evaluasi asuhan keperawatan, karena isyarat non-verbal menambah arti tehadap pesan verbal. Perawat yang mendeteksi suatu kondisi dan menentukan kebutuhan asuhan keperawatan. Komunikasi non-verbal teramati pada:
1.      Metakomunikasi 
Metakomunikasi adalah suatu komentar terhadap isi pembicaraan dan sifat hubungan antara yang berbicara, yaitu pesan didalam pesan yang menyampaikan sikap dan perasaan pengirim terhadap pendengar.
2.      Penampilan personal
Penampilan seseorang merupakan salah satu hal pertama yang diperhatikan selama komunikasi interpersonal. Kesan pertama timbul dalam 20 detik sampai 4 menit pertama. Delapan puluh empat persen dari kesan terhadap seseorang berdasarkan penampilan (Lalli Ascosi, 1990 dalam Potter dan Perry, 1993)
3.      Intonasi (nada suara)
Nada suara pembicara mempunyai dampak yang besar terhadap arti pesan yang dikirimkan, karena emosi seseorang dapat secara langsung mempengaruhi nada suaranya. Perawat harus menyadari emosinya ketika sedang berinteraksi dengan klien, kerana maksud untuk menyamakan rasa tertarik yang tulus terhadap klien dapat terhalangi oleh nada suara perawat.
4.      Ekspresi wajah
Hasil suatu penelitian menunjukkan enam keadaan emosi utama yang tampak melalui ekspresi wajah: terkejut, takut, marah, jijik, bahagia dan sedih. Ekspresi wajah sering digunakan sebagai dasar penting dalam menentukan pendapat interpersonal. Kontak mata sangat penting dalam komunikasi interpersonal.
5.      Sikap tubuh dan langkah
Sikap tubuh dan langkah menggambarkan sikap: emosi, konsep diri dan keadaan fisik. Perawat dapat mengumpulkan informasiyang bermanfaat dengan mengamati sikap tubuh dan langkah klien. 
6.      Sentuhan
Kasih sayang, dukungan emosional, dan perhatian disampaikan melalui sentuhan. Sentuhan merupakan bagian yang penting dalam hubungan  perawat-klien, namun harus memperhatikan norma sosial.

2.5.    Komunikasi terapeutik
1.      Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang mendorong proses penyenbuhan klien (Depkes RI, 1997). Dalam pengertian lain mengatakan bahwa komunikasi terapeutik adalah proses yang digunakan oleh perawat memakai pendekatan yang direncanakan secara sadar,bertujuan dan kegiatannya dipusatkan pada klien. Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal dengan tiitk tolak saling memberikan pengertian antar perawat dengan klien. Persoalan yang mendasar dari komunikasi ini adalah adanya saling membutuhkan antara perawat dengan klien, sehingga dapat dikategorikan kedalam komunikasi pribadi diantara perawat dengan klien, perawat membantu dan klien menerima bantuan. Menurut Stuart dan Sunden (dalam Hamid, 1996), tujuan hubungan terapeutik diarahkan pada pertumbuhan klien meliputi :
a.       Realisasi diri, penerimaan diri dan peningkatan penghormatan terhadap diri.
b.      Rasa identitas personal yang jelas dan peningkatan integritas diri.
c.       Kemampuan untuk membina hubungan interpersonal yang intim dan saling tergantung dengan kapasitas untuk mencintai dan dicintai.
d.      Peningkatan fungsi dan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan serta mencapai tujuan personal yang realistik.
 Tujuan komunikasi terapeutik adalah :
a.       Membantu klien untuk memperjelas dan mengurangi bebanperasaan dan pikiran serta dapat mengambil tindakan untuk mengubah situasi yang ada bila klien percaya pada hal yang diperlukan.
b.      Mengurangi keraguan ,membantu dalam hal mengambil tindakan yang efektif dan mempertahankan kekuatan egonya.
c.       Mempengaruhi orang lain, lingkungan fisik dandirinya sendiri.
2.      Tujuan terapeutik akan tercapai blia perawat memiliki karakteristik sebagai berikut (Hamid, 1998) :
a.       Kesadaran diri
b.      Klarifikasi nilai
c.       Eksplorasi perasaan
d.      Kemampuan untuk menjadi model peran
e.       Motivasi aulkuristik
f.       Rasa tanggung jawab dan etik
3.      Karakteristik dasar komunikasi
1.      Komunikasi memerlukan sedikitnya dua orang
2.      Hubungan yang terbentuk merupakan hasil kegiatan komunikasi
3.      Komunikasi terjadi secara kontinu dan berulang ulang
4.      Seseorang yang melakukan komunikasi ,melakukan pertukaran pesan secara verbal dan non verbal
5.      Komunikasi verbal dan non verbal berlangsung simultan
6.      Seseorang yang melakukan komunikasi berespon terhadap pesan yang mereka dapat
7.      Pesan yang diterima (oleh komunikan) tidak selalu sama dengan arti pesan yang dimaksud sebelumnya (oleh komunikator) atau seperti yang diharapkan komunikator.
8.      Pertukaran pesan memerlikan pengetahuan
9.      Pengalam masa lalu memepengaruhi pengiriman pesan dan interpretasi pesan oleh penerima pesan dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu
10.  Komunikasi dipengaruhi oleh cara seseorang yang menilai dirinya sendiri dan oleh materi yang dikomunikasikan.
11.  Posisi seseorang dalam suatu sistem sosiokultural dapat mempengaruhi proses komunikasi

2.6.   Hambatan hambatan dalam komunikasi
1.      Resistensi
Upaya yang dilakukan oleh klien dalam melindungi diri dari orang lain, penyangkalan masalah yang sedang terjadi
2.      Transferens
Kumpulan reaksi yang timbul sebagai upaya mengurangi kecemasan dan ketidak puasan klien terhadap petugas kesehatan (Suryani,2006)
3.      Kontertransferen
Kebuntuan terapeutik yang dibuat oleh perawat, bukan oleh klien
4.      Pelanggaran batas
Terjadi disebabkan oleh perawat melampaui batasan terapeutik dan membina hubungan sosial, ekonomi dan personal dengan klien (Stuart/2007)
5.      Pemberian hadiah
Pemberian hadiah kepada klien atau sebaliknya dari klien kepada perawat.


2.7.   Analisa diri
                 Perawat harus menjawab “siapa saya” sebagai pribadi dan pemberi asuhan keperawatan. Akan membuat perawat menerima keunikan dan perbedaan klien, kesadaran diri dan perkembangan diri secara terapeutik dapat lebih efektif
                 Jendela jauh hari menggambarkan perilaku pikiran, perasaan seseorang (Stuart &sudeen, 1987)
1.      Diketahui oleh diri sendiri dan orang lain
2.      Hanya diketahui oleh orang lain
3.      Hanya diketahui oleh diri sendiri
4.      Tidak diketahui oleh siapapun
BAB III
PENGALAMAN DILAPANGAN

Jika berbicaraa tentang pengalaman saya di RSE, sangat lah banyak yang akan dilanturkan dari pengalaman lucu, konyol sampai menegangkan. Begitu banyak kejadian kejadian atau tindakan yang begitu serius yang saya jalani. Tetapi karena saya baru menginjakkan kaaki di RSE tersebut, jadi saya harus lebih aktif. Agar kami dapat memahami apa yang telah kami pelajari dan menerapkannya dilahan praktek.
Pengalaman saya seperti ketika pasien menanyakan apa maksud dan tujuan ketika saya melakukan tindakan kepada pasien. Saya dinas di ruangan ELISABETH yaitu ruangan dimana ibu ibu yang baru melahirkan. Ketika para kaka senior melakukan pemijatan payudara (brascer) pasien tersebut bertanya kepada saya, namun saya sedikit bingung untuk menjelaskannya. Tetapi untung saja kakak senior langsung menjawabnya. Belajar dari pengalaman itusaya menjadi taau jikalau ditanya, untuk apa dilakukan pemijatan payudara tersebut.
Banyak juga pengalamaan yang saya alami di Rumah Sakit. Seperti berkomunikasi dengan pasien, amsih tidak efektif, sehingga saya takut untuk melakukan tindakan.
Sudah satu bulan saya dinas dirumah sakit, perlahan lahan saya telah memahami bagaimana cara berkomunikasi dengan baik. Agar pasien dapat memahaami apa yang kami lakukan.











BAB IV
PEMBAHASAN

Perbedaan antara komunikasi didalam teori dan komunikasi yang dilakukan sehari hari, terutama di rumah sakit. Sangatlah jauh berbeda dimana dalam pembahasan teori dalam komunikasi banyak point point yang membahas komunikasi seperti : komunukasi efektif, komunikasi verbal dan non-verbal,dan komunikasi terapeutik. Sedangkan dalam komunikasi yang saya lakukan sehari hari haanyalah komunikasi yang biasa saja. Karena sangat sulit menerapkan langsung ketika saya berhadapan langsung dengan pasien.
Dari perbedaan antara komunikasi teori dan praktik dilapangan, saya mengambil suatu kesimpulan bahwa, untuk melakukan komunikasi tidak selamanya apa yang ada di teori diterapkan dilapangan. Kita dapat melakukannya pada saat tertentu seperti menanyakan pasien jika masih dalam keadaan stabil. Tapi jika pasien sudah tidak stabilkomunikasi diterapkan seadanya saja karena keadaan panik. 


BAB V
PENUTUP

5.1.   Kesimpulan
Komunikasi adalah suatu transaksi, proses simbolik yang menghendaki orang orang mengatur lingkungannya dengan membangun hubungan antara sesama manusi memaliu pertukaran informasi untuk menguatkan sikap dan tingkah laku orang lain serta mengubah sikap dan tingkah laku tersebut.  (Robbins dan Jones, 1982)
Ada 4 komunikasi
1.      Komunikasi efektif
2.      Komunikasi verbal
3.      Komunikasi nonverbal
4.      Komunikasi terapeutik

5.2.   Saran
-          Semoga dengan dibuatnya makalah ini para tenaga keperawatan dapat berkomunikasi dengan baik.
-          Semoga dengan penjelasan dari makalh ini,komunikasi yang akan dilaksanakan dapat bermanfaat bagi setiap orang.



DAFTAR PUSTAKA
Perry &potter.2005. fundamental keperawatan .volume 1. Edisi 4. EGC jakarta
Nasir Abdul,dkk.2009. Komunikasi dalam keperawatan  teori dan applikasi, salemba Medika.jakarta
Nurhasanah Nunung.2010. Ilmu Komunikasi dalam konteks keperawatan untuk mahasiswa keperawatan. TIM. Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar