KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah Yang Maha
Kuasa karena kasih dan berkatnya saya dapat menyelesaikan makalah pada mata
kuliah “KOMUNIKASI KEPERAWATAN”. Adapun judul makalah yang saya buat adalah
komunikasi dalam keperawatan. Dimana makalah ini mencakup tentang komunikasi
efektif, komunikasi verbal, komunikasi non-verbal, dan komunikasi terapeutik.
Tujuan pembuatan makalah ini adalah membantu mahasiswa/i keperawatan dalam
berkomunikasi yang baik dimana saja berada.
Penyusunan makalah ini tidak dapat terlaksana dengan baik
tanpa bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu saya menyampaikan ucapan
terima kasih kepada dosen pembimbing dan juga teman teman tercinta atas saran
dan dukungannya.
Saya menyadari sepenuhnya makalah ini jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu saya meminta saran dan kritik yang membangun dari
para pembaca. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Medan, 13 oktober 2011
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar belakang
Dalam
kehidupan sehari hari kita tidak lepas dari kegiatan komunikasi. Kenyataannya
komunikasi secara mutlak merupakan bagian dari integral dari kehidupan kita,
tidak terkecuali kita yang berstatus sebagai perawat yang tugasnya sehari hari
berhubungan dengan orang lain. Entah itu dengan pasien, sesama teman, dengan
ddokter dan sebagainya. Komunikasi adalah elemen dasar dari interaksi manusia
yang memungkinkan seseorang untuk menetapkan, mempertahankan dan meningkatkan
kontak dengan orang lain. Karena komunikasi dilakukan oleh seseorang setiap
hari, orang sering kali salah berfikir bahwa komunukasi adalah sesuatu yang
mudah.
Sebagaimana
kita ketahui pasien selalu menuntut pelayanan perawatan yang lebih baik. Sakit
yang diderita para pasien bukan hanya sakit fisik saja, namun jiwanya juga mengalami
gangguan emosi. Penyebabnya bisa dikatakan oleh proses adaptasi dengan
lingkungan sehari hari. Kebiasaan juga merupakan sebuah maknadari komunikasi.
Misalnya seorang perawat yang menyimak
kesedihan seorang anak yang ditinggal kedua orangtuanya. Komunikasi
menyampaikan informasi, dan merupakan suatu aksi saling berbagi. Komunikasi
adalah suatu faktor yang paling penting, yang digunakan untuk menetapkan
hubungan terapeutik antara perawat dengan klien.
1.2.
Tujuan penulisan
·
Tujuan umum
Agar para mahasiswa/i mampu
memahami tahap tahap pada komunikasi dalam keperawatan.
·
Tujuan khusus
¾
Agar mahasiswa/i
mampu menguasai tahap tahap pada komunikasi dalam keperawatan.
¾
Untuk mempersiapkan
mahasiswa/i dalam praktek lapangan di Rumah Sakit Elisabeth Medan
BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1.
Pengertian
Komunikasi
adalah proses yang digunakan individu untuk bertukar informasi
(sheila.L.videbeck,2008). Komunikasi adalah suatu proses sosial (Anwar,1998). Komunikasi
merupakan inti dari kehidupan sosial mausiaa dan merupakan komponen dasar dari
hubungan antar dasar maanusia (suryaani,2005). Komunikasi adalah elemen dasar
dari interaksi manusia yaang memungkinkan seseorang untuk menetapkan kontak
dengan orang lain. (perry & potter,2005)
Komunikasi
adalah suatu transaksi, proses simbolik yang menghadapi orang orang mengatur
lingkungannya dengan membangun hubungan antar sesama manusia melalui pertukaran
informasi untuk menguatkan sikap dan tingkah laku orang lain serta mengubah
sikap dan tingkah laku tersebut (Robbins dan jones,1982)
Komunuikasi
sebagai suatu proses penyesuaian dan adaptasi yaang dinamis antara dua orang
atau lebih dalam sebuah interaksi tatap muka yang pada saat tersebut terjadi
pertukaran ide, makna, perasaan dan perhatian (Duldt-battey,2005)
2.2.
Komponen komponen komunikasi
Ada 5 faktor yang berperan
dalam komunikasi antara lain :
1.
Komunikator
Disebut juga sender/ pembawa
pesan, bisa individu keluarga maupun kelompok yang mengambil inisiatif dalam
menyelenggarakan komunikasi dengan individu atau kelompok lain yang menjadi
sasarannya.
Komunikator bisa juga tempat
berasalnya sumber pengertian yaang dikomunikasikan.
Dalam mengirimkan pesan dimulai
dengan pikiran dan perasaan komunikator yaitu dunia intra psikis dan
pengetahuan bahwa pikiran dan perasaan ini harus diubah menjadi sandikedalam
bentuk perilaku (pesan). Jika mereka ingin dikeluarkaan dari dunia internaal
dan dikomunikasikan kepada orang lain (komunikan)
Syarat syarat komunikan yang
baik :
¾
Memiliki
pengetahuan dan keterampilan untuk menagkap dan menerjemahkan pesan.
¾
Memiliki cukup
potensi untuk menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator
¾
Memiliki
keterampilan untuk merespon pesan yang disampaikan.
¾
Feed back (umpan
balik ataau tanggapan)
Yaitu arus umpan balik dalam
proses berlangsungnya komunikasi dapat dijadikan patokan sejauh mana pencapaian
dari pesan yang telah disampaikan.
2.3.
Komunikasi efektif
Komunikasi
efektif merupakan sesuatu ketermapilan yang amat diperlukan dalam rangka
pengembangan dirikita baik secara personal maupun profesional. Paling tidak kita
harus menguasai 4 jenis keterampilan dasar dalam berkomunikasi yaitu : menulis
dan membaca serta mendengar dan berbicara.
Tujuan
komunikasi secara efektif adalah :
¾
Berusaha benar
benar mengerti orang lain
¾
Kebaikan dan sopan
santun yang kecil begitu penting dalam suatu hubungan, karena hal hal yang
kecil merupakan hal hal yang besar.
¾
Memenuhi komitmen
atau janji adalah deposit besar ; melanggar janji adalah penarikan yang besar.
¾
Menjelaskan harapan
¾
Meminta maaf dengan
tulus ketika anda membuat pebarikan aatau kesalahan
¾
Memperhatikan
integritas pribadi.
Syarat syarat komunikasi
efektif :
1.
Pengakuan komunikan
terhadap komunikator. Posisi dan kedudukan dalam strata sosio kultural tertentu
mempengaruhi pengakuan dan kredibilitas seseorang.
2.
Situasi dan kondisi
relevan dengan keadaan si penerima pesan. Situasi dan kondisi dapat meliputi
konsentrasi dan perhatian individu yang terlibat dalam komunikasi maupun
situasi dan kondisi lingkungan tempat penyelenggaraan komunikasi.
3.
Merupakan materi
yang akan disampaikan sebagai pesan oleh komunikator yang berpengaruh bagi
penerima pesan.
4.
Pesan yang
disampaikan oleh kllomunikator diterima
dan dimengerti oleh penerima.
5.
Pesan yang
disampaikan konsistenb dan berkesinambungan dan tidak menyimpang dari topik
yang telah ditetapkan
6.
Saluran yang
digunakan dalam komunikasi sesuai dan memungkinkan penerimaan yang baik oleh
komunikan.
7.
Materi (isi pesan)
dan teknik penyampain pesan disesuaikaan dengan kemampuan penerimaan sasaran, sedangkan penerimaan
pesan itu mudahditerima dan tidak membingungkan.
2.4.
Komunikasi verbal dan non-verbal
1.
Komunikasi verbal
Jenis komunikasi yang paling
lazim digunakan dalam pelayanan keperawatan di Rumah Sakit adalah pertukaran
informasi secara verbal teruta\ma pembicaraan dengan tatap muka. Komunukasi
verbal biasanya lebih akurat dan tepat waktu. Kata kata adalah alat atau simbol
yang dipakai untuk mengexpresikan ide atau perasaan, membangkitkan respon
emosional, atau mengurangi obyek, observasi dan ingatan.
Sering juga menyampaikan arti
yang tersembunyi, dan menguji minat seseorang. Keuntungan komunuikasi verbal
dengan tatap muka yaitu memungkinkan tiap individu untuk berespon secara
langsung.
Komunikasi verbal yaang efekti
harus :
1.
Jelas dan ringkas
Komunikasi yang efektif harus
sederhana , pendek dan langsung. Mekin sedikit kata kata yang digunakan makin
kecil kemungkinan terjadinya kerancuan. Kejelasan dapat dicapai dengan
berbicara secara lambat dan mengucapkannya dengan jelas. Penggunaan contoh bisa
membuat penjelasaan lebih mudah untuk dipahami. Ulang bagian yang penting dari
pesan yang disampaikan.
2.
Perbendaharaan kata
Komunikasi tidak berhasil jika
pengirim pesan tidak mampu menerjemahkan kata dan ucapan. Banyak istilah teknik
yang digunakan keperawtan dan kedokteran, dan jika ini digunakan oleh perawat,
klien menjadi bingung dan tidak dapat mengikuti petunjuk ataun mempelajari
informasi penting.
3.
Arti denotatif dan
konotatif
Arti denotatif memberikan
pengertian yang sama terhadap kata yang digunakan, sedangkan arti konotatif merupakan pikiran, perasaan atau
ide yang terdapat dalam suatu kata.
4.
Selaan dan
kesempatan berbicara
Kecepatan dan tempo berbicara
yang tepat turut menetukan keberhasilan komunikasi verbal. Selaan yang lama dan
pengalihan yang cepat pada pokok pembicaraan lain mungkin akan menimbulkan
kesan bahwa perawat sedang menyembunyikan sesuatu terhadap klien. Perawat
sebaiknya tidak berbicara dengan cepat sehingga kata kata tidak jelas.
5.
Waktu dan relevansi
Waktu yang tepat sangat penting
untuk menangkap pesan. Bila kilen sedang menangis kesakitan, tidak waktunya
untuk menjelaskan resiko operasi. Kendatipun pesan diucapkan secara jelas dan
singkat, tetapi waktu tidak tepat dapat menghalangi penerimaan pesan secara
akurat. Oleh karena itu, perawat harus peka terhadap ketepatan waktu untuk
berkomunikasi.
6.
Humor
Dugan (1989) mengatakan bahwa
tertawa membuat penguraian ketegangan dan rasa sakit yang disebabkan oleh
stress, dan meningkatkan keberhasilan perawat dalam memberikan dukungan
emosional terhadap klien.
2.
KOMUNIKASI NON-VERBAL
Komunikasi non-verbal adalah
pemindahan pesan tanpa menggunakan kata-kata. Merupakan cara yang paling
meyakinkan untuk menyampaikan pesan kepada orrang lain. Perawat perlu menyadari
pesan verbal dan non-verbal yang disampaikan klien mulai dari saat pengkajian
sampai evaluasi asuhan keperawatan, karena isyarat non-verbal menambah arti
tehadap pesan verbal. Perawat yang mendeteksi suatu kondisi dan menentukan
kebutuhan asuhan keperawatan. Komunikasi non-verbal teramati pada:
1.
Metakomunikasi
Metakomunikasi adalah suatu
komentar terhadap isi pembicaraan dan sifat hubungan antara yang berbicara,
yaitu pesan didalam pesan yang menyampaikan sikap dan perasaan pengirim
terhadap pendengar.
2.
Penampilan personal
Penampilan seseorang merupakan
salah satu hal pertama yang diperhatikan selama komunikasi interpersonal. Kesan
pertama timbul dalam 20 detik sampai 4 menit pertama. Delapan puluh empat
persen dari kesan terhadap seseorang berdasarkan penampilan (Lalli Ascosi, 1990
dalam Potter dan Perry, 1993)
3.
Intonasi (nada
suara)
Nada suara pembicara mempunyai
dampak yang besar terhadap arti pesan yang dikirimkan, karena emosi seseorang
dapat secara langsung mempengaruhi nada suaranya. Perawat harus menyadari
emosinya ketika sedang berinteraksi dengan klien, kerana maksud untuk
menyamakan rasa tertarik yang tulus terhadap klien dapat terhalangi oleh nada
suara perawat.
4.
Ekspresi wajah
Hasil suatu penelitian
menunjukkan enam keadaan emosi utama yang tampak melalui ekspresi wajah:
terkejut, takut, marah, jijik, bahagia dan sedih. Ekspresi wajah sering
digunakan sebagai dasar penting dalam menentukan pendapat interpersonal. Kontak
mata sangat penting dalam komunikasi interpersonal.
5.
Sikap tubuh dan
langkah
Sikap tubuh dan langkah
menggambarkan sikap: emosi, konsep diri dan keadaan fisik. Perawat dapat
mengumpulkan informasiyang bermanfaat dengan mengamati sikap tubuh dan langkah
klien.
6.
Sentuhan
Kasih sayang, dukungan
emosional, dan perhatian disampaikan melalui sentuhan. Sentuhan merupakan
bagian yang penting dalam hubungan
perawat-klien, namun harus memperhatikan norma sosial.
2.5.
Komunikasi
terapeutik
1.
Komunikasi
terapeutik adalah komunikasi yang mendorong proses penyenbuhan klien (Depkes
RI, 1997). Dalam pengertian lain mengatakan bahwa komunikasi terapeutik adalah
proses yang digunakan oleh perawat memakai pendekatan yang direncanakan secara
sadar,bertujuan dan kegiatannya dipusatkan pada klien. Komunikasi terapeutik
termasuk komunikasi interpersonal dengan tiitk tolak saling memberikan
pengertian antar perawat dengan klien. Persoalan yang mendasar dari komunikasi
ini adalah adanya saling membutuhkan antara perawat dengan klien, sehingga
dapat dikategorikan kedalam komunikasi pribadi diantara perawat dengan klien,
perawat membantu dan klien menerima bantuan. Menurut Stuart dan Sunden (dalam
Hamid, 1996), tujuan hubungan terapeutik diarahkan pada pertumbuhan klien
meliputi :
a.
Realisasi diri,
penerimaan diri dan peningkatan penghormatan terhadap diri.
b.
Rasa identitas personal
yang jelas dan peningkatan integritas diri.
c.
Kemampuan untuk
membina hubungan interpersonal yang intim dan saling tergantung dengan
kapasitas untuk mencintai dan dicintai.
d.
Peningkatan fungsi
dan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan serta mencapai tujuan personal yang
realistik.
Tujuan komunikasi terapeutik adalah :
a.
Membantu klien
untuk memperjelas dan mengurangi bebanperasaan dan pikiran serta dapat
mengambil tindakan untuk mengubah situasi yang ada bila klien percaya pada hal
yang diperlukan.
b.
Mengurangi keraguan
,membantu dalam hal mengambil tindakan yang efektif dan mempertahankan kekuatan
egonya.
c.
Mempengaruhi orang
lain, lingkungan fisik dandirinya sendiri.
2.
Tujuan terapeutik
akan tercapai blia perawat memiliki karakteristik sebagai berikut (Hamid, 1998)
:
a.
Kesadaran diri
b.
Klarifikasi nilai
c.
Eksplorasi perasaan
d.
Kemampuan untuk
menjadi model peran
e.
Motivasi
aulkuristik
f.
Rasa tanggung jawab
dan etik
3.
Karakteristik dasar
komunikasi
1.
Komunikasi
memerlukan sedikitnya dua orang
2.
Hubungan yang
terbentuk merupakan hasil kegiatan komunikasi
3.
Komunikasi terjadi
secara kontinu dan berulang ulang
4.
Seseorang yang
melakukan komunikasi ,melakukan pertukaran pesan secara verbal dan non verbal
5.
Komunikasi verbal
dan non verbal berlangsung simultan
6.
Seseorang yang
melakukan komunikasi berespon terhadap pesan yang mereka dapat
7.
Pesan yang diterima
(oleh komunikan) tidak selalu sama dengan arti pesan yang dimaksud sebelumnya
(oleh komunikator) atau seperti yang diharapkan komunikator.
8.
Pertukaran pesan
memerlikan pengetahuan
9.
Pengalam masa lalu
memepengaruhi pengiriman pesan dan interpretasi pesan oleh penerima pesan
dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu
10. Komunikasi dipengaruhi oleh cara seseorang yang menilai
dirinya sendiri dan oleh materi yang dikomunikasikan.
11. Posisi seseorang dalam suatu sistem sosiokultural dapat
mempengaruhi proses komunikasi
2.6.
Hambatan hambatan dalam komunikasi
1.
Resistensi
Upaya yang
dilakukan oleh klien dalam melindungi diri dari orang lain, penyangkalan
masalah yang sedang terjadi
2.
Transferens
Kumpulan reaksi
yang timbul sebagai upaya mengurangi kecemasan dan ketidak puasan klien
terhadap petugas kesehatan (Suryani,2006)
3.
Kontertransferen
Kebuntuan
terapeutik yang dibuat oleh perawat, bukan oleh klien
4.
Pelanggaran batas
Terjadi
disebabkan oleh perawat melampaui batasan terapeutik dan membina hubungan
sosial, ekonomi dan personal dengan klien (Stuart/2007)
5.
Pemberian hadiah
Pemberian
hadiah kepada klien atau sebaliknya dari klien kepada perawat.
2.7.
Analisa diri
Perawat harus menjawab “siapa
saya” sebagai pribadi dan pemberi asuhan keperawatan. Akan membuat perawat
menerima keunikan dan perbedaan klien, kesadaran diri dan perkembangan diri
secara terapeutik dapat lebih efektif
Jendela jauh hari menggambarkan
perilaku pikiran, perasaan seseorang (Stuart &sudeen, 1987)
1.
Diketahui oleh diri
sendiri dan orang lain
2.
Hanya diketahui
oleh orang lain
3.
Hanya diketahui
oleh diri sendiri
4.
Tidak diketahui
oleh siapapun
BAB III
PENGALAMAN DILAPANGAN
Jika
berbicaraa tentang pengalaman saya di RSE, sangat lah banyak yang akan
dilanturkan dari pengalaman lucu, konyol sampai menegangkan. Begitu banyak
kejadian kejadian atau tindakan yang begitu serius yang saya jalani. Tetapi
karena saya baru menginjakkan kaaki di RSE tersebut, jadi saya harus lebih aktif.
Agar kami dapat memahami apa yang telah kami pelajari dan menerapkannya dilahan
praktek.
Pengalaman
saya seperti ketika pasien menanyakan apa maksud dan tujuan ketika saya
melakukan tindakan kepada pasien. Saya dinas di ruangan ELISABETH yaitu ruangan
dimana ibu ibu yang baru melahirkan. Ketika para kaka senior melakukan
pemijatan payudara (brascer) pasien tersebut bertanya kepada saya, namun saya
sedikit bingung untuk menjelaskannya. Tetapi untung saja kakak senior langsung
menjawabnya. Belajar dari pengalaman itusaya menjadi taau jikalau ditanya,
untuk apa dilakukan pemijatan payudara tersebut.
Banyak juga
pengalamaan yang saya alami di Rumah Sakit. Seperti berkomunikasi dengan
pasien, amsih tidak efektif, sehingga saya takut untuk melakukan tindakan.
Sudah satu
bulan saya dinas dirumah sakit, perlahan lahan saya telah memahami bagaimana
cara berkomunikasi dengan baik. Agar pasien dapat memahaami apa yang kami
lakukan.
BAB IV
PEMBAHASAN
Perbedaan
antara komunikasi didalam teori dan komunikasi yang dilakukan sehari hari,
terutama di rumah sakit. Sangatlah jauh berbeda dimana dalam pembahasan teori
dalam komunikasi banyak point point yang membahas komunikasi seperti :
komunukasi efektif, komunikasi verbal dan non-verbal,dan komunikasi terapeutik.
Sedangkan dalam komunikasi yang saya lakukan sehari hari haanyalah komunikasi
yang biasa saja. Karena sangat sulit menerapkan langsung ketika saya berhadapan
langsung dengan pasien.
Dari perbedaan
antara komunikasi teori dan praktik dilapangan, saya mengambil suatu kesimpulan
bahwa, untuk melakukan komunikasi tidak selamanya apa yang ada di teori
diterapkan dilapangan. Kita dapat melakukannya pada saat tertentu seperti
menanyakan pasien jika masih dalam keadaan stabil. Tapi jika pasien sudah tidak
stabilkomunikasi diterapkan seadanya saja karena keadaan panik.
BAB V
PENUTUP
5.1.
Kesimpulan
Komunikasi
adalah suatu transaksi, proses simbolik yang menghendaki orang orang mengatur
lingkungannya dengan membangun hubungan antara sesama manusi memaliu pertukaran
informasi untuk menguatkan sikap dan tingkah laku orang lain serta mengubah
sikap dan tingkah laku tersebut.
(Robbins dan Jones, 1982)
Ada 4
komunikasi
1.
Komunikasi efektif
2.
Komunikasi verbal
3.
Komunikasi
nonverbal
4.
Komunikasi
terapeutik
5.2.
Saran
-
Semoga dengan
dibuatnya makalah ini para tenaga keperawatan dapat berkomunikasi dengan baik.
-
Semoga dengan
penjelasan dari makalh ini,komunikasi yang akan dilaksanakan dapat bermanfaat
bagi setiap orang.
DAFTAR PUSTAKA
Perry &potter.2005. fundamental keperawatan .volume
1. Edisi 4. EGC jakarta
Nasir Abdul,dkk.2009. Komunikasi dalam keperawatan teori dan applikasi, salemba Medika.jakarta
Nurhasanah Nunung.2010. Ilmu Komunikasi dalam konteks
keperawatan untuk mahasiswa keperawatan. TIM. Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar